Stress, Bahasa tubuh menyapa kesadaran

Listen to your body, to understand yourself.  Give attention to your breath, to manage your mind. Embrace your soul, to maintain your presence. 

– self-contemplation

mindfulness-stress-reduction-corporate-course

Pelatihan Managemen stress dengan pengenalan pembelajaran mindfulness, membutuhkan pengenalan diri para peserta terhadap respon stress yang mereka alami. Dalam memfasilitasi kegiatan ini, saya menggunakan pendekatan coaching. Salah satu kunci keberhasilan pendekatan coaching adalah peserta memahami cara kerja coaching yang bersifat kemitraan, adanya kesediaan untuk menyampaikan apa yang dirasakan. Adapun materi mindfulness yang disampaikan menjadi sebuah sharing dari apa yang saya pelajari dan latihan- latihan yang dijalani.

Stress umumnya dikenali oleh para peserta pelatihan sebagai perilaku yang dilakukan saat mereka merasa tertekan. Stress menjadi label yang identik dengan perilaku negatif dan mengarah pada kondisi destruktif, yang bisa berkembang menjadi penghalang dalam upaya peningkatan produktifitas kerja dan melemahkan kinerja. Pekerjaan bertumpuk, tekanan dalam pencapaian target kerja, perilaku rekan kerja ataupun pimpinan, acapkali diterima sebagai situasi yang dapat mempengaruhi suasana dalam bekerja. Manakala digali lebih lanjut, disadari bahwa stress dirasakan sebagai ungkapan ekspresi fisik maupun psikologis, seperti: kesal, marah, pusing, mual.

Stress merupakan cara tubuh merespon kehadiran ancaman atau bahaya. Manakala seseorang merasa tertekan, tubuh menerimanya sebagai tanda adanya ancaman atau bahaya (real maupun imajinasi), kemudian tubuh akan memberikan serangan balik secara otomatis. Serangan balik berupa “Flght or flight reaction”, yang dikenal sebagai respon stress. Apa yang terjadi pada tubuh ? Sistem syaraf akan merespon dengan melepaskan hormon stress. Dalam dosis rendah, stress membantu meningkatkan kinerja dalam kondisi di bawah tekanan dan memotivasi diri untuk melakukan yang terbaik.

Managemen stress dengan pembelajaran mindfulness, mengajak peserta untuk mengenali tekanan yang dirasakan, untuk kemudian disadari tanpa penghakiman.

Mindfulness is simply being aware of what happening right now without wishing it were different; enjoying the pleasant without holding on when it changes (with it will) being with the unpleasant without fearing it will always be this way (which it won’t).
– James Baraz –

Mindfulness merupakan suatu kesadaran yang berfokus pada saat ini, present moment, menyadari apa adanya yang dirasakan oleh tubuh, menyadari emosi dan atau pikiran yang hadir saat ini, tidak terbelunggu oleh pikiran atau emosi. Bahwa diri ini bukanlah pikiran, bukan pula emosi itu sendiri. Manifestasi pikiran maupun emosi, disadari kehadirannya, namun tidak membuat kita larut atau berada di dalam pikiran. Kita tetap sadar di momen ini, dimana diri berada, apa reaksi tubuh yang terjadi. Menyadari tarikan nafas, yang sesungguhnya adalah penanda bahwa kita hidup. Nafas yang hadir tidak hanya sebatas diyakini atau diketahui semata, tetapi mampu disadari. Aliran nafas alami menjadi akses dalam membantu diri untuk hadir utuh, sadar, apa adanya diri, saat ini-di sini, begini, here and now.

Berlatih menyadari momen demi momen, apa adanya reaksi tubuh, apa adanya emosi ataupun lalulalang pikiran yang hadir, disadari dan diterima tanpa label penghakiman terhadap kehadiran rasa yang disadari, membantu diri dalam mengenali tekanan, baik yang berasal dari dalam maupun luar diri.  Kejernihan dalam menyadari dan menerima, memberi diri ruang untuk menyelaras.

Salah satu contoh latihan sederhana yang dapat dilakukan adalah duduk tenang, tegak namun tidak kaku, menyadari saat tubuh ini duduk, perhatian diberikan kepada aliran nafas secara alami, menyadari tarikan nafas masuk dan tarikan nafas keluar, disadari, tanpa diatur, biarkan mengalir secara alami. Relaksasi tubuh terbangun tanpa beban. Manakala kemudian dirasakan adanya emosi berbuncah, ataupun pikiran-pikiran yang timbul, cukup disadari saja. Apabila dalam sesi latihan tersebut, kita terhanyut dalam pikiran atau emosi, sadari dan kembali menyadari aliran nafas.

Mengelola stress dengan pendekatan mindfulness, memberikan perhatian dan membangun  kepekaan terhadap apa yang terjadi pada tubuh saat diri merasa tertekan. Ketidaknyamanan yang hadir, disadari dan diterima saja. Perhatian difokuskan pada kesadaran respon tubuh dalam menerima ketidaknyamanan yang dirasakan. Latihan demi latihan dalam pembelajaran mindfulness, memberi peluang tubuh menangkap respon ketidaknyaman bukan sebagai suatu ancaman ataupun tanda bahaya. Tubuh mampu mengenali apa danya respon yang hadir, bukan hanya tidak lagi menjadi penghalang kinerja dalam bekerja, namun bisa jadi memberi akselerasi dan memotivasi diri dalam meningkatkan produktifitas dan pengembangan diri.

Kala diri hadir merasa, …
Kejernihan membuka diri untuk mampu berkarya.
Kehadiran menjadi makna bagi mereka yang berupaya.

Salam,
Self reflection

#Catatan perjalanan merasa, Makasar, 24 Oktober 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s