CONFIDENCE, Kepercayaan terhadap diri dalam Coaching Presence

There’s no problem so great it can’t be solved.
If it can’t be solved, it’s not a problem, it’s reality.
– Barbara Coloroso –

 

confidence in coaching

Diskusi dan berbagi sudut pandang serta pengalaman, salah satunya melalui bertanya di dalam group WA Alumni Loop Program , menjadi bagian dari percakapan harian kami di asosiasi. Tidak heran karena Creative Process & Countinous learning, salah satu filosofi coaching di Asosiasi Profesional Coach Loop Indonesia (APCLI), dari RICH ( Respect, Integrity, Creative Process & Countinous Learning, Human Potential ) sebagai seorang coach yang terus menerus menumbuhkan proses belajar dan belajar.

Topik diskusi pagi ini adalah tentang sebuah pertanyaan yang disampaikan oleh coachee dari salah satu rekan coach, mengenai jaminan sukses dari suatu coching session. Menyimak untaian makna yang mengalir dari diskusi, rasanya sayang, kalau dibiarkan lewat begitu saja, karena seringkali situasi bisa bergulir kepada siapa saja diantara para coaches, sehingga saya memutuskan untuk membingkainya dalam catatan kali ini.

Pertanyaan fundamental tersebut muncul dalam proses membangun hubungan di awal dengan calon coachee, biasanya berangkat dari situasi bahwa coachee belum benar-benar paham apa itu coaching dan bagaimana proses coaching bekerja. Lantas bagaimana Coach menyikapinya tentu dengan memberikan penjelasan, demikian Coach Kurnia menyampaikan pengalamannya. Pendapat demi pendapat terus bergulir, termasuk dari Ki Aji yang hadir kemudian dengan untaian pertanyaan mengalir, yang diawali dengan pernyataan,  “biasanya saya tanya balik” :

what is coaching to you?
how does the word coaching come across your mind?
what other development methods have you tried? and how well was that?
what makes you think coaching will work for you?

Lantas apa kaitannya dengan Confidence ?

Disinilah diri saya tergelitik menuangkan pemaknaan yang saya sadari dari sesi-sesi coaching yang saya lalui bersama coachee di balik suatu coaching session. Sekilas hadir memori rasa, saat momen pembelajaran coaching supervision dari Damian Goldvarg, Ph.D., MCC, CSP, yang membedah kompetensi coach dalam memfasilitasi coaching session. Seperti sebuah karya lukisan indah yang terpancar, namun bukan apa yang tampak diluar, tetapi bagaimana kompetensi itu mengalir dalam wujud coaching presence yang menjadikan coaching demikian berbeda dengan metoda pengembangan diri lainnya.

Confidence, bermakna kepercayaan, keyakinan, rahasia, sebagai bentuk kepercayaan atau keyakinan diri yang tersembunyi di dalam. Bagaimana coaching difasilitasi oleh seorang coach yang memahami dan melatih kompetensi coaching sehingga menghadirkan coaching presence selama coaching session. Fasilitas proses dialog yang didesign membangun kesadaran coachee dan membuatnya secara sadar untuk bergerak selaras potensi diri menuju arah kemana dirinya menjadi. Coaching presence, suatu kehadiran dan kesadaran seorang coach pada dirinya, kompetensi dan nilai-nilai serta kode etik yang dipahaminya, untuk kemudian memfasilitasi coachee pada kesadaran akan dirinya saat ini, cara pandang dan penerimaan diri, bagaimana diri melihat diri lain dan lingkungan di sekitarnya untuk mendorong ke arah mana dirinya mau menjadi.

Salam,

Self Reflection

Dukungan media :
Foto : http://peoplebizinc.com/get-3-free-coaching-sessions-2/
Buku : Ina Rizqie Amalia & Kurnia Siregar, Sukses Menjadi Profesional Coach, Loop Publishing.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s