PRESENCING dalam keseharian, diri merasa.

A.A kalipasir, 070318

Kehadiran menyapa jiwa,  kala diri hadir merasa
Ketulusan menjadi warna,  keramahan mengungkap makna

Berjalan di terik mentari, manakala melewati yang satu ini, memori rasa hadir menyapa. Recall memori hadir, dinginnya air es, sejuknya tenggorokan, adem rasanya. Segera kaki berhenti melangkah, menepi dan menyapa sang penjual es kelapa untuk memesan, berharap memori rasa tuk hadir wujudkan asa.

Bersabar menanti giliran pelayanan, memperhatikan aktifitas penjual dan orang-orang sekitar, tingkah laku para pembeli khususnya. Ramai dua perempuan di kiri – kanan menyampaikan pesanannya pada waktu yang hampir bersamaan, masing-masing menyampaikan pesanan berbeda, baik jumlah maupun variasi dan keterangan tambahannya. Tanpa menghentikan kegiatanya, yang saat itu sedang membuatkan 1 paket pesanan dari pembeli lain yang memesan demikian banyak porsi jualannya untuk dibawa pulang,  sang penjual menjawab siap mba. Bagai tertata rapi gerakan tangan sang penjual membuatkan sejumlah porsi pesanan besar yang  juga sedang ditunggu oleh pembeli lain yang telah memesan terlebih dahulu.

Mengira bahwa pesanan saya sudah termasuk bagian porsi yang dibuatkan, saat bertanya apakah pesanan saya ada disitu, dijawab ini untuk bapak dulu, sambil pandangannya mengarah kepada seorang bapak yang sejak saya hadir, berdiri disamping penjual. Seraya diri bertanya, ada acara ya pak ? iya bu, si bapak pun menjawab dengan tersenyum. Seluruh pesanan porsi besar selesai, lanjut cloter berikutnya, namun dibuat tidak sebanyak pesanan si bapak tadi yang jumlahnya cukup besar, meski sebenarnya beberapa pembeli telah menyampaikan pesanannya. Jumlah pesanan dibuat berdasarkan kapasitas tertentu kecuali bahwa pesanan itu dipesan satu orang, dan dibuatkan sekaligus. Menarik, karena hal ini membuat waktu tunggu pemesanan menjadi terasa cukup adil. Di sela-sela membuatkan pesanan dengan gerakan tangan yang demikian tertata rapi, sang penjual ada bertanya kembali kepada pembeli lain untuk meyakinkan akan jumlah pesanan dan variasi yang diminta.  Hmm…. konsep presencing menyapa hadir kala seluruh rangkaian terungkap dalam nada rasa yang menggelitik diri untuk menjadikan momen saat diri diam merasa merekam seluruh kehadiran rasa. Segera mengambil gambar, dengan terlebih dahulu minta izin untuk mengambil gambar momen itu.

Terima kasih, terima kasih untuk kehadiran rasa, suguhan alunan nada rasa yang harmoni lewat ungkapan rasa setiap jiwa yang terpancar dari gerak raga, senyum tawa dan tatapan mata.

Salam,

#Catatanperjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s