PRESENCING, Kesadaran diri secara penuh dan keterhubungan dengan diri, orang lain dan semesta.

Man knows himself only to the extent that he knows the world; he becomes aware of himself only within the world, and aware of the world only within himself. Every object, well contemplated, opens up a new organ of perception within us.

– Johann Wolfgang v. Goethe

01

Demikian kalimat yang sarat filosofi pada bagian  buku  Theory-U, karya DR. C Otto Scharmer, senior lecture dari MIT, Massachusetts Institute of Technology, Thousand Talents Program Professor di Tsinghua University, and co-founder of the Presencing Institute. Penulis juga adalah Ketua dari MIT IDEAS Program untuk cross-sector innovation di China and Indonesia

Acara Discuss & Connect,  Asosiasi Profesional  Coach Loop Indonesia  (APCLI) ,  Jumat,  09 Desember 2016, dipandu secara apik oleh  Coach Triaji  Prio Pratomo  berbagi pemahaman tentang Theory-U  yang dipelajarinya . Materi pembahasan yang lumayan berat jadi lebih mudah dicerna karena kepiawaian beliau membuat peserta  tidak hanya duduk diam mendengar, tetapi turut berkolaborasi memberikan refleksi dari pengalaman dan pemahaman diri masing-masing, sehingga membuat acara menjadi lebih hidup dan materi yang dipahami jadi lebih kaya makna.

Theory-U  adalah sesederhana mengenai sebuah kesadaran, untuk sadar penuh menerima_mindfully accept,  penyerahan diri secara total_total surender, pasrah_giving in, atas segala sesuatu yang terjadi di dalam diri kita_within us, di sekitar kita_around us, dan diantara kita_between us, menuju ke sebuah tempat bernama PRESENCING ( Presence + Sensing ), dimana kita memiliki kesadaran untuk hadir dan merasakan keterhubungan diri dengan diri, diri dengan orang lain, dan diri dengan semesta.  Demikian Coach Triaji Prio Pratomo, menuliskan informasi pengantar acara untuk membantu peserta memiliki pengenalan awal mengenai tema diskusi.

Dalam upaya mengkoneksikan atau membangun hubungan, terdapat 3  model keterhubungan : intellectually, emotionally, dan spiritually.  Ketiga model ini berbicara pada ranah kesadaran diri.  Keterhubungan secara intelektual dapat dicapai apabila terdapat sikap open mind,  sehingga dapat memahami apa yang menjadi pemikiran dan pemahaman masing-masing pihak yang terhubung. Keterhubungan secara emosional, apabila terdapat open heart, yaitu adanya sikap simpatik antar pihak yang saling terhubung. Sedangkan Spiritual tidak hanya berhenti pada pemahaman dan simpatik, namun pada makna yang lebih besar,  berbicara pada tingkatan jiwa. Theory-U memberikan gambaran dan memahaman yang komprehensif mengenai keterhubungan dan tingkat kesadaran yang dicapai. Tingkat kesadaran ultimate pada theory-U disebut PRESENCING, yaitu mencakup kesadaran diri dengan diri, diri dengan orang lain, dan juga diri dengan semesta.

Dipaparkan pula pada Theory-U , sebagaimana yang disampaikan oleh Coach Triaji Prio Pratomo,  terdapat 3 hal yang menghalangi seseorang mencapai PRESENSING, yaitu Sikap menghakimi (Voice of Judgment), Sikap sinis (Voice of Cynicism),  dan Ketakutan (Voice of Fear).  Hal tersebut mewarnai area perhatian seseorang , structure of attention, yang akan menentukan kualitas atau model keterhubungan dari masing-masing pihak.

 Terdapat 4 area  yang disebut sebagai :

  • Downloading : Talking nice,

Pada area ini,  komunikasi yang terjadi, dilandasi hanya  dari apa yang ingin didengar, mengutamakan kesopanan, bukan mengatakan apa yang ada dalam pemikiran.

  • Debate : Talking tough,

Pada area ini,  komunikasi yang diutarakan dilandasi dari apa yang dipikirkan. Adanya pandangan berbeda, mengatakan apa yang dipikirkan.

  • Dialoque : Reflective inquiry

Pada area ini, komunikasi dibangun dari pemahaman bahwa diri pribadi merupakan bagian dari keseluruhan,  sudah mengarah pada kesadaran adanya tujuan yang lebih besar, merefleksi apa yang menjadi bagian diri.

  • Presencing : Generative flow,

Pada area ini, komunikasi tercipta dalam keheningan diri dengan penuh kesadaran, bagai aliran kehidupan yang bergerak melalui, apa adanya dan kejujuran diri, authentic self.

Presencing, tingkat kesadaran untuk hadir seutuhnya , merasakan keterhubungan antara diri dengan diri, diri dengan orang lain, dan diri dengan semesta. Dalam penggambaran alam, seperti sebuah batu di sungai yang dilewati oleh bermacam benda atau material, aliran air  dalam berbagai tekanan dan suhu, batu tersebut dengan tenang memberi kesempatan apapun yang melalui dan  bergerak melewatinya, sebagaimana tambahan sharing pandangan Coach Winda Djaja Widjaja dalam memahami presencing. 

Demikian catatan singkat dari acara Discuss & Connect, Asosiasi Profesional Coach Loop Indonesia.  Selamat merasakan kehadiran secara penuh.

Salam,

Event Review

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s