MENJADI PROFESIONAL COACH BAGI DIRI SENDIRI

Menjadi profesional coach

Sebuah pertanyaan hadir menyapa melalui pesan whatsapp, yang tertulis :
“Bisakah seseorang memberikan support pada dirinya sendiri, karena keluarga tidak memberikan support ?”

Jeda, .. sejenak menyadari kehadiran rasa yang timbul dalam diri, Ritme pernafasan yang hadir membantu diri dalam menyadari ekspresi rasa, sensasi halus mengaliri dada berkecepatan selaras dengan gerak kedipan mata, memberi diri ruang jeda merasakan seluruh kehadiran rasa dalam diri, diam…… meski hanya beberapa detik, ruang keheningan membuka kesadaran untuk menyadari ekspresi rasa yang hadir dalam diri, untuk kemudian kembali pada kesadaran  holistik, memberi ruang pemahaman pada diri, koneksitas body -mind dalam ruang keheningan.

Senyum menyapa kehadiran diri, menggelitik atas kehadiran memori yang terstimulasi, namun memutuskan untuk menunda refleksi diri, untuk memberikan seluruh kesadaran bagi pengirim pesan,

Pertanyaan menggugah diri, untuk mengambil jeda kembali dan menuangkan refleksi dalam ruang pengembangan kompetensi diri hingga menjadi jalur profesi. Terinspirasi dari pertanyaan yang hadir keinginan menuangkan dalam tulisan sebagai perenungan makna kemerdekaan, dimana hari ini, 73 tahun yang lalu bangsa Indonesia memproklamirkan diri sebagai bangsa yang bebas dari belenggu penjajahan, lahir untuk berdiri tegak menjadi bangsa dalam sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Tertuang dalam alinea pembukaan Undang – Undang Dasar 1945 Negara Republik Indonesia, yang berbunyi “ kemerdekaan adalah hak segala bangsa”, untuk kemudian menarik benang merah ke dalam dimana bangsa adalah kumpulan individu. Di sinilah renungan ini saya tulis untuk mengingatkan kepada diri dan bersyukur atas adanya hak kemerdekaan.

Merdeka, … bisa jadi setiap individu punya maknanya sendiri-sendiri.

Merdeka bagi saya pribadi bermakna dewasa, Kemerdekaan sebagai proses pendewasaan diri, untuk bebas menjadi dirinya sendiri. Siapa diri ? di sinilah proses pendewasaan juga bermakna proses mengenali diri, proses menerima siapa diri apa adanya. Bersyukur menemukan atau mungkin dipertemukan dengan pembelajaran coaching dan mindfulness . Coaching membantu saya dalam berinteraksi internal ke dalam diri, maupun eksternal dalam membangun relasi dengan diri lain, baik dalam konteks profesioanal maupun personal. Mindfulness membantu membuka ruang kesadaran lebih dalam, pada momen demi momen tanpa penghakiman. Dua kompetensi yang memberi saya kemampuan membangun diri, membantu dalam menapaki perjalanan menjalani hari-hari.

Menjadi profesional coach bagi diri sendiri,

Ruang refleksi diri kali ini, membuka kembali memori yang tersimpan dengan tetap menyadari kehadiran diri, saat ini di sini, begini. Memori atas keputusan untuk mengikuti sebuah program pelatihan Certified Profesional Coach Program (CPCP) dari sebuah lembaga pelatihan profesional, didasari adanya kebutuhan diri untuk meningkatkan kompetensi diri hingga ke level profesional untuk membantu diri sendiri. Pengalaman membantu diri melalui proses coaching, untuk kemudian melatari dalam memfasilitasi diri lain membantu diri mereka sendiri.

Coaching sebagaimana definisi International Coach Federation :

Coaching is partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential

Pengalaman menjalani sesi-sesi coaching, memberi kesadaran, diman kunci keberhasilan pada proses coaching adalah kemitraan yang melandasi  kedua belah pihak, coach maupun coachee.  Kedua belah pihak yang mengerti benar bagaimana proses coaching berjalan. Kepercayaan yang melandasi relasi, memberi ruang ekplorasi menjadi tanpa hambatan. Kesediaan untuk mengungkapkan apa adanya kesadaran yang hadir yang terungkap dalam untaian kata, ekspresi emosi yang bisa jadi tertuang dalam helaan nafas,  guratan ekspresi, kecepatan gerakan mata yang berubah. Stimulasi berupa provokasi dan proses kreatif yang tertuang dalam The powerful questioning, pertanyaan yang menggugah kesadaran demi kesadaran, creating awareness.

Pertanyaan yang mengalir, dilandasi kehadiran utuh sadar penuh dalam diri seorang coach. Kehadiran yang merupakan wujud kompetensi coach dalam membangun kesadaran diri untuk hadir.  Kesadaran untuk tidak melabeli setiap kesadaran-kesadaran yang timbul,  kesadaran yang dilandasi filosofi dan penghargaan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk dapat berkembang sesuai versi dirinya sendiri. Sepanjang sesi terasa sebagai kehadiran yang memprovokasi melalui proses kreatif dalam memfasilitasi seseorang menemukan kesadaran demi kesadaran atas dirinya sendiri untuk berproses menggali potensi dan mengembangkannya menjadi motivasi dan energi diri untuk mewujudkannya dalam tindakan aksi.

Upaya menjadi  Profesional Coach untuk diri sendiri, menjadi upaya diri dalam membangun kompetensi diri, memahami proses coaching, melalui pembelajaran, dengan pemahaman pengetahuan akan makna coaching dan  melatih proses coaching dalam diri,  baik sebagai coach maupun coachee.

a. Proses pembelajaran peran sebagai coach, dengan membangun seluruh kompetensi coaching dengan  memegang kode etik serta filosofi yang menjadi dasar sikap dalam memfasilitasi orang lain, hingga pada level kesadaran terhadap diri untuk mampu bersikap netral tanpa memberikan label atau penghakiman atas kesadaran demi kesadaran coachee, serta tidak larut dalam ekspresi kesadaran coachee.

b. Proses pembelajaran peran sebagai coachee, membuka ruang kesadaran untuk memahami bagaimana proses kesadaran mengalir  dalam diri,  dibantu dengan stimulasi dan kesadaran coach, menerima provokasi dan proses kreatif, untuk mengekplorasi seluruh kesadaran demi kesadaran hingga mendapatkan kesadaran baik intensi, nilai penting diri yang melandasi suatu sikap, hingga menjadi cukup energi untuk memotivasi diri dalam upaya mewujudkan menjadi tindakan aksi.

Proses pembelajaran tidak hanya berhenti pada pemahaman, berlanjut hingga tahap pengembangan  menjadi  kompetensi diri.

Pengalaman menjalani dan membantu diri secara profesional menjadi landasan membantu orang lain untuk bertindak secara profesional. Di sinilah makna menjadi profesional coach bagi diri sendiri menjadi landasan melayani orang lain secara profesional dengan metoda pendekatan coaching.

Refleksi atas pertanyaan di awal tulisan ;

Kemampuan diri untuk membantu diri sendiri, berpeluang untuk terwujud manakala landasannya adalah keinginan atau motivasi diri sendiri, bukan karena ketiadaan dukungan orang lain. Kemampuan membantu diri sendiri merupakan wujud kemerdekaan diri, sikap  dewasa yang bermakna mengambil tanggungjawab atas dirinya sendiri.

Salam,

Self reflection

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s