How to Start Thinking With the Heart

Your vision will become clear only when you look into your heart.
Who looks outside, dreams.
Who looks inside, awakens.
– Carl Jung –

heartfeature (1)

Sebuah artikel hadir menyapa rasa, membawa diri tersenyum, seakan mengkonfirmasi makna, perjalanan membuka ruang kesadaran. Perjalanan transformasi diri, menata rasa. perubahan dari berfikir dengan pikiran menjadi berfikir dengan hati. Memori hadir mengungkap rasa syukur akan kesempatan menapaki perjalanan kehidupan. Bukan sekedar proses refleksi semata, namun perubahan akselerasi kepemimpinan dalam diri, Kala Sang Hati telah kembali bertahta, mengayomi siapa diri.

Artikel menyapa, membawa diri tuk diam sejenak, menguntai kata memaknai kehadiran, mendorong diri untuk bergerak mengisi catatan kecil agar rekam jejak mampu dimaknai, membuka cakrawala. Terima kasih unutk kehadiran yang menyapa, semoga untaian kata memberi makna.

How to Start Thinking With the Heart
(Bagaimana berfikir dengan hati)

By Johanna Bassols on Tuesday June 12th, 2018

https://upliftconnect.com/how-to-start-thinking-with-the-heart/?utm_source=facebook&utm_medium=link&utm_campaign=uplift

Masuki Kecerdasan Bawaan Jantung  

Cukup lama, dalam dunia modern khususnya. Dunia barat mengira bahwa jantung  hanya berfungsi sebagai mekanisme pemompaan sederhana yang bertanggungjawab untuk mengalirkan  darah ke seluruh organ tubuh.

Keberadaan jantung secara fisik tentu tidak dapat diremehkan. Jantung menopang kehidupan, mengirim darah melalui sistem pembuluh darah kita, seperti sebuah pohon kehidupan, namun pandangan ini terlalu sederhana tentang apa yang dapat dilakukan oleh jantung. Penelitian terbaru Greg Barden, menjelaskan teknik kuno menggunakan jantung sebagai organ kecerdasan.

Kecerdasan jantung telah terlalu lama diabaikan. Apa yang kita pelajari tentang “Kebijaksanaan hati”, dalam beberapa tahun terakhir, Hearth Math Institute, melalui penelitian psikologi, ahli neurobiologi, dan  ajaran-ajaran kebijaksanaan dari masa lalu yang muncul kembali, semestinya mengisnpirasi setiap orang untuk melihat  keberadaan jantung dengan cara pandang yang benar-benar baru.

Bagi mereka yang tidak terbiasa menggunakan kecerdasan bawaan mereka , yaitu intuisi, dalam memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sulit dan cukup mendalam, mungkin tampak sebagai sesuatu kekonyolan. Bertanya kepada hatinya untuk mempertahankan suatu hubungan yang cukup sulit atau bahkan jika anda membutuhkan keputusan diri untuk menjalani prosedur medis.

Mungkin tampak bodoh dan terasa sebagai suatu sikap yang serampangan. Untuk bertanya kepada hati terkait dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Namun hal ini memiliki mengandung kebijaksanaan, meski tampaknya tidak selaras dengan pemikiran intelektual. Ini lah alasannya :

Jantung tidak mengirimkan informasi melalui jalur egois. Jantung mengetahui masa lalu, saat ini dan masa depan diri anda  apa adanya. Jantung tidak peduli dengan konstruksi egois anda, Jantung hanya berbicara dari tempat yang benar-benar netral.

Kamu dapat menganggapnya sebagai teman dekat yang memberikan perhatian terbaik  dan tidak memperdulikan apakah dirinya terlihat baik dimata kamu.

Hridaya (Hati)

Ada istilah Hindi kuno yang tidak memiliki terjemahan bahasa inggris langsung, yaitu Hridaya, atau dalam pembahasaan indonesia ( dipengaruhi oleh bahasa sansakerta) diterjemahkan sebagai Hati.  Hridaya adalah energi yang ada di cakra jantung. Hridaya bukan sekedar  fisik jantung, tetapi  tetapi juga spiritual jantung, yang berisi kecedasan Tuhan, atau pemikiran transendental.

Kata yang berasal dari bahasa Sansakerta, dan pengertian yang mendekati dalam bahasa inggrisnya adalah sebagai berikut :

Hrid      : Center  (tengah)

Ayam  :  This  (ini)

Dengan demikian, spiritual jantung ( dalam bahasa indonesia disebut hati)  akan selalu membawa anda ke pusat diri anda.  Hati tidak akan  membelok jauh dari diri anda yang tertinggi,  selalu mengambil  pandangan 360 derajat ( bahkan lebih ) dari situasi apapun yang mungkin anda hadapi.

Yogi Bragavan, menjelaskan lebih jauh tentang spiritual jantung ( hati ) sebagai berikut :

“Sama seperti adanya pusat kosmik dari mana seluruh alam semesta muncul dan memiliki makna keberadaannya dan berfungsi dengan kekuatan atau energi pengarah yang memancarkannya dari sana.  Demikian pula dengan pusat pada tubuh fisik, dimana kita memiliki diri kita sendiri. Pusat di dalam tubuh manusia tidak berbeda dengan pusat kosmik. Pusat di dalam tubuh manusia disebut Hridaya ( Hati dalam bahasa Indonesia ), tempat kesadaran murni, yang direalisasikan sebagai eksistensi, pengetahuan dan kebahagiaan. Hal ini benar-benar seperti tempat kehadiran Tuhan dalam diri kita.

Sebaliknya dengan  pemikiran otak, yang  melihat dari pengalaman masa lalu. Keyakinan yang keliru dari masa lalu yang menetapkan pemahaman dari pengalaman- pengalaman masa lalu kita dengan memutarbalikkan pemahaman-pemahaman dan  pemikiran konseptual yang memberi jawaban benar untuk pertanyaan-pertanyaan hidup yang mendalam.

Zen Buddhist  juga menggambarkan apa yang terjadi ketika kita berfikir dengan kepala (otak)  ketimbang dengan hati.

Kita menempatkan hamparan persepsi  di atas situasi dan menambahkannya dengan  menanamkan perasaan (emosi), hal yang kita sebut sebagai fakta, namun tentu ini jauh dari kebenaran.  Sekalipun demikian, kita menganggap bahwa harus ada keajaiban untuk mendapatkan kebijaksanaan atau kecerdasan yang supernormal, sehingga kita terus mempercayai persepsi palsu dari pemikiran otak kita.

Neurobiologi  Jantung

Selain itu, jika kita melihat neurobiologi dari jantung, ada banyak serat  yang mengarah dari jantung ke otak, ketimbang jumlah serat yang mengarah dari otak ke jantung. Hal ini berarti ada lebih banyak komunikasi yang dikirim dari jantung ke otak, ketimbangdari otak ke jantung.

Sebagaimana dijelaskan oleh HeartMath Institute, jantung juga mulai berdetak pada janin yang belum lahir sebelum otak terbentuk, suatu proses yang oleh para ilmuwan disebut autorhythmic.  Kita manusia juga membentuk otak emosional jauh sebelum yang rasional, dan jantung memiliki sistem saraf kompleks independennya sendiri yang dikenal sebagai ‘otak di dalam hati.’ Jantung juga dapat menciptakan keselarasan dalam tubuh hanya melalui ritme yang mengatur seluruh sistem, bahkan untuk memperbaiki sel yang sakit. Medan elektromagnetik jantung sekitar60kali lebih besar daripada otak, dan menembus setiap sel di dalam tubuh. Komponen magnetik sekitar 5000 kali lebih kuat dari medan magnet otak dan dapat dideteksi beberapa meter jauhnya dari tubuh dengan magnetometer.

Bagaimana berfikir dengan kebijaksanaan hati

Berikut saran Baren untuk membantu kita bagaimana memasuki kebesaran hati :

  1. Fokus pada jantung ( cakra jantung ), dan mengirimkan signal bahwa Anda mencari kecerdasannya.
  2. Rasakan kehadiran nafas sebagaimana adanya, sadari. Sehingga kesadaran anda selaras dengan ritme nafas. Hal ini bermakna anda mencari kecerdasan yang lebh tingga, dan bukan kecerdasan yang dipengaruhi ego anda, yang biasanya menekan anda. Rasakan kehadiran nafas hingga mampu menenangkan sistem saraf dan otak anda.
  3. Kehadiran rasa syukur, kasih sayang dan cinta di dalam diri akan mengaktivasi energi hati ( spiritual jantung ).
  4. Ajukan pertanyaan pada hati anda. Pertanyaan harus singkat dan to the point.
  5. Setiap orang akan merasakan kecerdasan jantung, meskipun masing-masing pribadi agak sedikit berbeda. Ada yang mungkin merasakan getaran seperti kepakan kupu-kupu di perut anda, sensasi hangat yanghadir disekitar tubuh atau kesemutan di ujung jari anda. Anda mungkin tidak merasakan sensasi tubuh apapun, namun mendapati jawaban yang jelas dan singkat yang muncul di benak anda. Ketahuilah bahwa sepertinya tidak perlu cerita berlarut-larut untuk membenarkan kebijaksanaannya. Jantung berbicara langsung dan jelas.
  6. Berlatih dan berlatih. Semakin sering anda melakukannya, semakin mudah memasuki kesadaran murni dari kebijaksanaan hati.

Salam,

Self reflection

Alih Bahasa :  Eni Widiastuti, Rabu, 25 Juli 2018

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s