Coaching, New Wave of Human Potential Discovery

“Wisdom cannot be imparted. Wisdom that a wise man attempts to impart always sounds like foolishness to someone else… Knowledge can be communicated, but not wisdom. One can find it, live it, do wonder through it, but one cannot communicate and teach it.” – Herman Hesse

Presencing-based Caoching

Kebijaksanaan tidak dapat diajarkan atau dibagikan. Kebijaksanaan dari seseorang yang coba diajarkan akan terdengar seperti sebuah kebodohan bagi orang lain… Pengetahuan dapat disampaikan, namun tidak dengan kebijaksanaan. Seseorang akan menemukannya, menghayatinya, mengalami ketertakjuban olehnya, namun ia kemudian sejatinya tak akan dapat menularkan apalagi mengajarkannya.  Demikian Ki Aji Pratama menulis pengertian dari quote Herman Hesse yang dipilih untuk sesi webinar yang dibawakannya pada kegiatan belajar di Asosiasi Profesional Coach Loop Indonesia  (APCLI ), berjudul : Presecing-based Coaching, Rabu, 04 Oktober 2017.

Coach dan juga pak guru yang satu ini memang manusia pembelajar sejati, pengabdiannya di BNI Corporate University, dalam mengupayakan pendidikan manusia bagi keluarga BNI 46 khususnya, membawanya pada beragam buku, pelatihan maupun diskusi-diskusi internasional, dan bertemu dengan banyak orang dengan beragam budaya dan pemikiran, dan memberinya ruang belajar yang sangat luas.   Kecintaannya pada kearifan Nusantara, menambah lengkap kehadiran dirinya. Bersyukurlah kami di APCLI bisa belajar banyak, bukan saja dari tulisan dan sesi- sesi yang dibawakannya, namun profile  yang bersangkutan juga memberikan pembelajaran  selaras dengan materi yang dibawakannya, Presencing, Presence + Sensing, menjadi lengkap tersaji.

Presencing-based Coaching

Materi belajar kali ini berbicara tentang New wave of human potencial discovery, gelombang baru dalam proses penemuan potensi manusia.  Materi yang diracik begitu indah, lengkap tersaji, meski  materi  cukup berat, sarat makna dan pemahaman dalam membuka wahana  potensi manusia sejati. Materi yang membahas tentang gelombang berupa Human Resources Management – Human Capital Management – Human Being Empowerment, serta membedah beragam pola pendekatan  metodologi belajar :  training, mentoring, advisory, consulting, maupun  coaching.  Ragam metodologi yang dipetakan dan dikorelasikan untuk kemudian dihadirkan sebagai  gelombang, membantu audience, para Profesional Coach dalam mencerna dan memaknai coaching dalam memberikan peran  sebagai upaya memfasilitasi pengembangan  potensi manusia.

Pada tabel yang disajikan Ki Aji Pratama pada materi pembelajaran kali ini, menggambarkan Epistemological and Ontological Grounding, menempatkan Training sebagai Simple system (S1) dengan  Independent of context (K1), dan Mentoring sebagai Simple system (S1) dengan  Situated in Context (K2). Advisory sebagai Autopoietic  system (S2)  dengan Independent of context (K1) dan Consulting sebagai Autopoietic system (S2) dengan Situated in Context (K2). Adapun Coaching sebagai suatu gelombang baru dalam penggalian potensi manusia, ditempatkan sebagai Self-transcending system (S3) dengan Self-transcending primary knowing : Not yet embodied (K3), yang dapat memprovokasi kehadiran potensi baru dan berpeluang  memunculkan otentik diri sejati , serta terbuka mengarah pada makna kehadiran dirinya , meaning of life.

Presencing-based Coaching, membawa wahana coaching pada level yang lebih tinggi. Bukan hanya berfokus pada kompetensi teknis dan kehadiran seorang Coach dalam bermitra dengan Coachee yang mendorong dan memprovokasi sebagai upaya menggali potensi manusia. Manusia yang memanusiakan manusia,  manusia sebagai insan, fisik dan  psikologi,  sifat dan perilakunya,  namun juga manusia sebagai makhluk spiritual. Being Human being dan Being Spiritual being. Materi Coaching yang diperkaya dengan pendekatan Presencing dari Theory-U: Leading from the future as it emerges,  karya Otto Scharmer, demikian diracik oleh Ki Aji dan dikembangkan juga dengan sumber-sumber buku-buku pengembangan Theory-U yang ditulis Otto Scharmer bersama penulis lainnya, menjadi ciri pembawa materi, dalam meracik sesi pembelajaran yang selalu menghadirkan materi sebagai sajian indah dan terasa lengkap.

Presencing, presence + sensing, the sources or the deeper field from which we operate as a whole. Kesadaran terdalam manusia yang menjadi sumber dan landasan sikap dan perilaku siapa diri, saat ini, di sini,  sadar merasa, mengenali serta menerima keseluruhan diri apa adanya, utuh menyeluruh.   Presence yang  dihadirkan sebagai area  Mindfulness – Awareness – Consciourness.   Presence, Kehadiran yang mampu mengobservasi kedalam diri, Observation of inner self, berujung pada Being Human being.  Sensing yang dihadirkan dalam Ontoligical (L_E_B : Language, Emotion, Body) – Integeral – Spiritual. Sensing, kesadaran merasa yang mampu mengobservasi diluar dirinya, Observation of outer self ,  berujung pada Being Spiritual being.

Lebih dalam lagi, Ki Aji Pratama memaparkan  bagaimana Presence dan Sensing bekerja dalam Coaching. Presencing-based Coaching, dalam upaya memprovokasi diri, tidak hanya semata pada peluang perubahan untuk mencapai apa tujuan yang disadarinya. Lebih jauh lagi berpeluang memprovokasi diri terhadap potensi-potensi diri yang tidak disadarinya. Otentik kehadiran diri, segala potensi yang digambarkan sebagai gunung es, bukan hanya yang terlihat pada permukaan air laut, namun yang tersembungi berada di bawah permukaan laut. Diri sejatinyalah yang mengetahui siapa diri dan keseluruhan potensi diri yang dianugerahkan Sang Pencipta atas kehadiran dirinya, meaning of life.

Sensing, kepekaan diri dalam merasa, merupakan askes kepada jiwa, spiritual being. Akses yang manakala mampu tersentuh dapat memprovokasi perubahan hingga pada diri yang terdalam.

U-Process menggambarkan bagaimana proses menyelami diri dalam mengupayakan perubahan diri yang selaras dengan makna kehadiran dirinya, otentik diri, the meaning of life. Mendengarkan pemaparan U-proses terasa bagai pembukaan lembaran demi lembaran diri, suatu  proses pengelupasan diri, dalam upaya menemukan diri sejati, yang semula terselubung dan tidak disadari, terhalang oleh 3 hal utama yang  sering diterima sebagai suara dalam dirinya sendiri dan menjadi penghalang kehadiran diri sejati, yaitu : Voice of Judgment (VoJ), Voive of Cynicism (VoC) dan Voice of Fear (VoF).

U-proses, proses yang digambarkan membentuk huruf U, melengkung dari kiri ke kanan dengan anak panah di ujung kanan.

Lembaran luar   sebagai proses kesadaran dengan pemaknaan kata  What – How – Why , membuka  dan memprovokasi  kesadaran Knowing – Doing – Being, berpeluang mengarah dan mendorong proses penerimaan akan kesadaran terhadap  Intention – Attention – Action.  Dengan menarik garis lurus kiri kanan, maka tergambar sebagai proses : Re-Acting, Re-Designing, Re-Framing, dan Re-Generating.

Lembaran selanjutnya sebagai proses kesadaran dengan kehadiran pemaknaan Mindful-Heartful-Wilful, membuka dan memprovokasi keadaan Presence ( Mindfulness ) – Sensing ( Heartfulness ) – Presencing ( Wilfulness/Wholefulness ) menyentuh Ego-Emotion-Thought.

Lembaran dalam sebagai proses pengelupasan selanjutnya dalam proses provokasi berpeluang menemukan otentik diri, diri sejati, manakala telah tersentuh Ego-Emotion dan Thought akan memunculkan 3 suara dalam diri yang menjadi penghalang VoJ, VoC, dan VoF. Proses yang terjadi mengalir sebagai Suspending yang mengelupaskan Judgment , Redirecting yang mengelupaskan Cynicism, dan Proses pelepasan diri, Letting Go yang berpeluang membebaskan Fear.

U-proses berpeluang memberikan keadaan diri yang mampu menerima, Letting go-letting come-letting be, menjadi diri apa adanya diri, otentik diri, sejatinya diri dan meneerima makna kehadiran diri , meaning of life.

Salam,

Self Reflection.

Dituliskan kembali oleh penulis, peserta webinar, berdasarkan penuturan Ki Aji Pratama,  pemateri webinar APCLI,  Presencing-based coaching.

 

2 thoughts on “Coaching, New Wave of Human Potential Discovery

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s