MINDFULNESS JOURNEY, hadir menyelaras bersama semesta

Kind to ourself

Kehidupan,

Sang waktu berjalan sering diri tak sepenuhnya hadir. Diri yang lebih sering terbajak dalam lingkaran asa yang tak bertepi. Kehidupan berjalan bukan lagi berpulang pada makna, namun terbawa dalam arus ego akan rupa yang tampak oleh mata. Diri yang seakan merasa, bermain akan harapan dan angan. Prioritas tak lagi berstandar pada makna kehadiran diri dalam semesta raya.

Kehidupan dianggap bagai roda yang berputar. Diri yang terbajak, dengan lantang berkata ada saat di bawah, dan ada saat di atas. Sibuk berupaya untuk berada di bagian atas. Imajinasi bernama motivasi berkata kala diri berada di bawah , harus terus berupaya untuk kembali berada di atas.

Diri yang terbajak lupa merasa, bahwa kehidupan hadir bersama sang waktu. Kehidupan mengalir bagai roda yang bergulir. Bukan putaran yang menjadi makna, namun daya yang senantiasa ada membuatnya bergulir.  Daya yang bernama kesadaran merasa,  hadir utuh pada setiap momen demi momen. Kesadaran merasa menapaki hari demi hari bersama sang waktu menjadi perjalanan bernama kehidupan. Hadirkan makna dalam menjalani kehidupan hingga sang waktu berhenti untuk membawa diri kembali.

Perjalanan merasa,

Diri yang seringkali terbajak, menganggap sang waktu bergerak sangat cepat  tanpa mampu mengenali makna. Bagai roda berputar pada porosnya semata, bukannya bergulir memaknai kehidupan.  Kehidupan sebagai perjalanan menerima makna akan kehadiran diri sebagai  bagian dari semesta raya.

Perjalanan merasa, sebuah Jeda untuk diri kembali mampu merasa. Perjalanan yang di awali dengan penemuan intensi dalam diri akan sebuah jeda berupa perjalanan untuk hadir merasa. Perjalanan yang diterima sebagai proses penerimaan diri untuk hadir menyelaras bersama semesta.

Ritme hidup yang terasa demikian telah dikenali, seringkali membawa diri berjalan bagai bayang yang tak lagi sadar untuk merasa. Cepat atau lambat lebih kepada aktifitas keseharian lupa makna. Jeda, berhenti sejenak, hadir utuh penuh dalam perjalanan, menyelaras dengan semesta, mengikuti alur dimana semesta membuka untuk diri hadir merasa.

Manakala intensi telah hadir, jiwa yang menyelaras, membuka ruang perilaku untuk hadir merasa, menyelaras dengan sang waktu. Rencana boleh dibangun, namun kesediaan untuk menyelaras menjadi iklas merasa, menyerahkan intensi diri pada kesediaan sang waktu dan semesta raya dalam ragam bentuk perwujudan terhadap rencana. Kesediaan diri untuk membuka, menerima bahwa segala sesuatu sudah ditentukan adanya, mengasah diri dengan kesiapan damai, antara diri dengan diri.

Refleksi menjadi bagian dari kesiapan, dengan diri hadir merasa. Kesadaran mulai dibangun, meski perjalanan belum juga berjalan. Kesediaan diri untuk merasa, peka merasa akan situasi dan perkembangan sekitar terhadap  rencana perjalanan merasa. Manakala semesta mengangguk akan rencana perjalanan merasa, kesadaran merasa terus dibangun sebelum, selama dan setelah perjalanan.

Hadir merasa, Presencing – Presence  dan Sensing,  menjadi warna dalam perjalanan merasa.  Ruang sekeliling,  adalah kehidupan sebagaimana apa adanya.  Align with universal intellegence that orchestrates everything. Kembali menyelaras, diri dengan diri, diri dengan diri lainnya, dan diri dengan semesta raya.

Terima kasih, terima kasih, terima kasih.

Salam,

Self reflection

Perjalanan merasa

 

2 thoughts on “MINDFULNESS JOURNEY, hadir menyelaras bersama semesta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s