CINTA, Inti kehidupan membangun makna

If someone comes along and shoots an arrow into your heart,  it’s fruitless to stand there and yell at the person.   It would be much better to turn your attention to the fact that there’s an arrow in your heart..    – Pema Chodron –

Cinta inti kehidupan

*Foto : 23 April 2017, 18.00 – 19.00 WITA, Sebuhur,  Kalimantan Selatan  (HrS)

Cinta berkata :

Kau tak kuasa atas aku ( cinta )
selama kau hidup,
karena aku adalah inti kehidupan.

Kau tak bisa memilih,
siapa yang akan kau cintai,
dan siapa yang mencintaimu.

Kau ada di dalam tubuhnya,
kau ada di dalam semuanya,
entah dirimu suka atau tidak.

(Collateral Beauty, Sutradara : David Frankel, Write : Allan Loeb, Star : Will Smith, Edward Norton, Kate Winslet, Michael Pena)

Bait berisi untaian makna,  pada sebuah film tentang diri yang berbicara kepada semesta dalam perjalanan memaknai cinta, membawa diri akan sebuah renungan akan kehadiran makna dalam pembelajaran diri memaknai kehidupan.  Setiap kehadiran memiliki makna dalam kehidupan. kehadiran menjadikan hidup utuh apa adanya kehidupan. Makna akan mampu dirasakan, manakala diri terbuka dan menerima apa adanya kehadiran.

Kehadiran cinta , memberikan sejuta rasa namun seringkali tak mampu beruntai kata dalam definisi rasa. Cinta dapat hadir dalam keriangan, cinta dapat hadir dalam ketenangan, namun cinta juga dapat hadir dalam bulir air mata yang tak mampu dibendung.  Apapun kehadirannya, cinta mampu menembus  hati dengan begitu tajam dan memberikan sentuhan rasa, serta  meninggalkan kesan yang seringkali tak mampu terhapus oleh jarak, ruang dan waktu.

Cinta , kehadiran yang seringkali tak dimengerti apa, mengapa dan bagaimana. Manakala diri terbuka menerima apa adanya , maka cinta akan hadir bagai Sang Pencipta sendiri yang sesungguhnya adalah Sang pemilik cinta.  Cinta inti kehidupan.

Kala diri terbuka dan menerima kehadiran apa adanya, cinta menjadi proses dalam mengiringi perjalanan menjadi apa adanya diri.  Mencintai menjadi anugerah indah , membawa diri memahami makna kehadiran dan penerimaan apa adanya diri. Mencintai bukan kata kerja aktif yang bermakna keluar diri. Mencintai kata kerja aktif yang bermakna ke dalam diri, mengenali  apa adanya rasa di dalam diri. Gejolak dan kehadiran cinta di dalam diri membantu diri dalam  proses kesadaran diri, hadir merasa.  Kesadaran diri  secara holistik, mengenali dan menerima kesadaran utuh, baik raga, hawa dan jiwa.  Mencintai membantu diri dalam keselarasan diri dengan diri, diri dengan diri lain , dan diri dengan semesta.

Bagai Yin-Yang yang berputar dalam keselaraan, cinta menjadi proses penerimaan diri akan kehadiran. Cinta bukan berbicara tentang keterikatan – ketakterikatan, namun cinta berbicara tentang keterhubungan.  Cinta hadir dalam kesediaan untuk menerima dan membiarkan diri terjalin bukan sebagai  keterikatan yang  menyesakkan.  Cinta hadir menjalin keterhubungan yang tak dibatasi oleh jarak, ruang dan waktu. Cinta yang membuat dekat, meski jarak memisahkan, Cinta yang membuka batas manakala ruang demikian tersekat, Cinta menghapus keletihan dalam menembus perjalanan bersama sang waktu.

Selamat mencintai, ….

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s