WRITING FOR HEALING, Hening menyelaraskan kehadiran diri

Forget your perfect offering. There is a crack in everything.  That’s how the light gets in.
– Leonard Cohen – ( Mindfulness Quote ) 

Writing for healing (2)

Dalam diam , diri merasa ,
Dalam diam , diri menyadari
Hening membuka mata ,   kala batin hadir terasa
Hening memberi rasa,   kedalaman jiwa hadirkan makna

Tulisan jadi barisan kata penuh makna,   Kala diri hadir merasa
Tulisan jadi gerbang pembuka jiwa,   Kala hening hadir terasa

Untaian kata penuh makna, membawa rasa hadir nyata
Untaian kata bangkitkan rasa, membawa diri pada Sang Pencipta

Menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi diri , baik komunikasi internal maupun eksternal.  Menuangkan ke dalam bentuk untaian kata mengandung makna, buah pikiran, ekspresi emosi,   luahan ego, atau pun renungan akan ketenangan jiwa, dalam menerima  makna kehidupan.

Dalam menulis, diri diam merasa. Diam sebagai bentuk kesadaran diri, merupakan situasi diri yang paling produktif,  merasa, mencerna, menelaah serta beragam bentuk aktivitas diam yang produktif saat diri menuangkannya ke dalam bentuk untaian kata penuh makna.

Writing for healing , aktivitas menulis bisa menjadi terapi, kala diri terbuka menuangkan semua rasa, kehadiran rasa, baik sensasi fisik : getaran raga, sensasi panca indera, atau pun sensasi non fisik: pikiran, perasaan/ ekspresi emosi, kehadiran ego, dan  renungan  jiwa.  Renungan yang sebelumnya hadir tanpa kata, mengalir di dalam diri, memberikan makna untuk kemudian terungkap ke dalam untaian kata menghasilkan tulisan membangun makna.

  • Kesadaran diri untuk hadir merasa, menjadi landasan awal dalam writing for healing. Kesadaran yang mempu mengenali akan kehadiran rasa yang tercipta, dari beragam titik kejadian dan point for view
  • Kesediaan menerima apa adanya rasa yang hadir menjadi makna menurut versi diri akan ada adanya
  • Kesediaan melatih bermakna diri yang  menjalani proses, menuangkan kedalam bentuk tulisan

Writing for healing,  keterbukaan diri untuk menghadirkan penerimaan akan makna, kejujuran akan rasa yang diterima. Bukan tentang salah benar, namun tentang makna yang dicerna. Menulis kehadiran hening , akan rasa yang diterima saat ini, di sini, begini.  Jiwa hadir apa adanya dalam untaian kata,  tercerna membawa makna.

Saat diri hadir merasa,  diterima dan menjadi makna sebagai penerimaan diri, apa adanya.

Selamat menulis kehadiran rasa, …

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s