HENING, hadir merasa dalam kesadaran penuh makna

Bernafas sesadar penghirupan udara, menatap sesadar pandangan mata, menyesap sesadar sensasi indera, merasa sesadar tenangnya jiwa, mengalir dalam semilir, bening dalam hening. Om santi santi santi om , Nyepi, Ubud,  – Ki Aji Pratama –

(Rasa yang terungkap saat kawan baik menjalani nyepi penuh hikmat, di Pulau Dewata)

Nyepi

Nyepi, demikian masyarakat pulau dewata menetapkan 1 hari dalam setahun dan diterima oleh bangsa sebagai hari yang dihormati, ditandai sebagai libur nasional. Nyepi di wujudkan oleh masyarakat Bali dalam kesungguhan sikap dan beragam bentuk kesunyian, membebaskan diri dari beragam hiruk pikuk dunia, tanpa suara buatan manusia ( televisi, radio, kendaraan, dll), tanpa menyalakan api, memberi ruang dan waktu untuk manusia merasakan kehadiran alam apa adanya.

Hening menjadi suasana diri dari wujud kesunyian yang tercipta.  Semilir udara, gemericik air mengalir, desir angin, ombak mengalir, demikian hadir terasa.  Jiwa yang damai , raga yang melambat, lalu lalang pikiran yang meredam, ekspresi emosi yang tenang,  ego pun terdiam. Aliran nafas yang mengalir lembut keluar masuk ke dalam raga, mengaliri seluruh tubuh bersama aliran darah yang memberikan raga kehidupan, selaras dengan seluruh mekanisme raga membangun kehidupan, paru-paru dengan diafragma, detak jantung dengan denyut nadi, selaras dengan udara yang mengalir sebagai nafas, menandai kehidupan manusia, memberi jiwa tempat, belajar menjalani laku kehidupan bersama kesadaran hawa yang tercipta, pikiran, ekspresi emosi dan ego dalam diri.

Kedamaian demikian terasa, saat pikiran, ekspresi emosi dan ego meredam dengan kesadaran yang dilingkupi ketulusan, memberikan ruang kedamaian pada jiwa dan raga untuk selaras dengan harmoni alam.  Panca indera yang dimanjakan dengan beragam rasa, suasana dan musik alam yang terasa manakala kesunyian hadir terasa. Jiwa hadir terasa sebagai keheningan dalam diri. Menerima seluruh kehadiran beragam rasa dalam makna kehidupan. Rasa syukur akan waktu, saat ini, di sini , begini, apa adanya sebagai wujud kehidupan nyata.

Terima kasih untuk kehadiran rasa, ..

Meski raga tak hadir, dibatasi oleh jarak , ruang dan waktu.  Namun suara jiwa membawa kehadiran rasa tanpa batas jarak, ruang dan waktu.

Duduk diam diri merasa,..

Kehadiran rasa penuh makna, sensasi tak mengenal jarak, ruang dan waktu, kala jiwa hadir merasa.

Selamat menjalani Hari Raya Nyepi,  28 Maret 2017 (1 Saka 1939).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s