EKSPRESI DIRI, Upaya membangun keterhubungan

The mind-body alignment may the essence to understand why we are not being able to stay in coaching moment – Ki Aji Pratama

ekspresi-diri

Keselarasan antara pikiran dan tubuh menjadi esensi pemahaman mengapa diri tidak dapat hadir pada saat momen coaching.

Sebuah kalimat refleksi  yang diawali dengan pertanyaan bagaimana kesadaran diri  terhadap sikap tubuh dan  panca indera, pertanyaan tentang apakah diri berusaha menjadi diri sendiri atau menjadi orang lain, are we being ourselves or trying to be someone else ?

Pada profesi seorang coach , dipahami kehadiran, presence,   sebagai salah satu  kompetensi kemampuan diri untuk hadir utuh memfasilitasi proses pembelajaran diri seorang coachee ( klien ), dalam membangun kesadaran diri, mengetahui siapa diri, dimana diri, dan mau kemana diri, dalam upaya pengembangan diri.

Hadir utuh terhadap diri , tidak saja bagi profesi tertentu. Hadir utuh berarti bahwa diri menyadari keberadaan diri pada momen demi momen. Kehadiran diri yang ditujukan bagi orang lain dapat dirasakan melalui ekspresi diri dalam memberikan perhatian dan minat sebagai upaya memberikan dukungan.

Ekspresi diri merupakan bahasa diri dalam mengungkapkan rasa, terkadang ekspresi tidak selalu terlihat nyata ,  namun dapat dirasakan sebagai kehadiran yang nyata. Ekspresi diri merupakan suatu bentuk komunikasi diri yang terpancar dari dalam diri.  Ekspresi diri merupakan kesadaran tubuh dalam merefleksikan pikiran, emosi, dan ego. Kesadaran diri yang mampu merasa_mindful,    terhadap ekspresi diri sebagai bahasa diri apa adanya, memberikan kemampuan hadir utuh dan membangun keterhubungan antara diri dengan diri dan diri dengan orang lain.

Tubuh manusia telah dirancang demikian sempurna oleh Sang Pencipta dalam upaya menerima makna kehidupan.  Mekanisme yang terjadi di dalam organ otak manusia sebagai sumber kesadaran diri dalam mencerna dan menerima makna,  mengakses penerimaan panca indera, dan ditimpali sensasi ekspresi emosi dan pikiran , membentuk syaraf rasa yang kemudian hadir sebagai ekspresi diri, merupakan suatu keselarasan, the mind-body alignment.

Ekspresi diri  memberikan kesadaran pemahaman akan siapa diri dan apa adanya diri, saat ini, di sini dan begini.  Penerimaan diri secara tulus apa adanya diri, menerima_ mindfully accept, penyerahan diri secara total_total surender, pasrah_ giving in, atas segala sesuatu yang terjadi di dalam diri kita_within us, di sekitar kita_around us, dan diantara kita_between us membawa kehadiran diri secara utuh pada momen demi momen untuk mempersembahkan  keselarasan harmoni membangun keterhubungan dan menciptakan kehidupan .

Selamat berekspresi.

Salam,

Self reflection

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s