AWARE, Kesadaran diri menjalani hidup

The aim of life is to live, and to live means to be aware  –  Henry Miller 

aware-mindful

Kesadaran sebagai tanda bahwa manusia hidup.  Tanda kehidupan pada manusia berdasarkan sudut pandang medis, yaitu adanya nafas, detak jantung manusia, aliran darah, beragam aktivitas pada tubuh manusia. Menariknya bernafas, kerja jantung,  dan segala aktivitas tubuh manusia, tidak membutuhkan kesadaran manusia, semua berjalan secara otomatis. Kehidupan telah disediakan bagi manusia. Manusia bebas bergerak, berkehendak, dan menjalani laku hidup sehari-hari.

Kebebasan manusia untuk bergerak, berkehendak dan menjalani laku hidup sehari-hari, biasanya di dorong oleh adanya kesadaran dan kemauan diri. Namun demikian, seringkali aktivitas yang  rutin dilakukan, biasanya sudah tidak lagi disadari, berjalan begitu saja, seperti bangun tidur, mandi, gosok gigi, sarapan, berangkat bekerja atau pun aktivitas sehari-hari. Hal hasil semakin hari hidup berjalan tanpa adanya kesadaran diri, bagai robot yang berjalan.  Manusia bergerak tanpa kesadaran diri. Kesadaran seolah menjadi barang langka, yang sesungguhnya begitu dekat berada pada diri manusia, namun tidak disadari keberadaannya.  Sadar – merasa, demikian terbajak oleh beragam aktivitas dalam menjalani laku hidup sehari-hari.

Aware, sadar, manusia memiliki kesadaran akan siapa diri, dimana diri, dan apa yang dilakukan. Menjadi sadar ditandai dengan kemampuan merasa_mindful.  Dengan merasa, diri menjadi sadar akan diri, dengan siapa diri bersama ( orang lain ), dimana diri berada ( semesta ). Sadar siapa diri, berarti bahwa mampu merasa adanya  keterhubungan diri dengan diri. Sadar dengan siapa diri bersama, berarti bahwa merasa adanya keterhubungan  diri dengan orang lain. Sadar dimana diri berada, berarti bahwa diri merasa adanya keterhubungan diri dengan semesta.

Mindfulness is about fully awake or presence in our life – Jonn Kabat-Zinn

To be aware, menjadi sadar, merasa penuh kehadiran diri dapat dilakukan dengan melatih kemampuan merasa. Saat diri masih kanak-kanak, belajar – tumbuh kembang,  menggunakan kemampuan merasa. Aktivitas pembelajaran kanak-kanak banyak dilakukan dengan pola bermain, yang bertujuan untuk membuat diri senang, berjalan tanpa tekanan, ada kerelaan dalam melakukan aktivitas. Kesadaran tumbuh dari kebebasan rasa, tanpa pikiran yang sering memiliki keterbatasan pengetahuan yang saat itu dimiliki, tanpa tekanan emosi yang dapat menghambat proses belajar. Sukarela, kedamaian , menjadi landasan yang diupayakan pada diri , untuk menerima apapun yang dilakukan sebagai proses belajar.

Belajar kembali merasakan kehadiran diri, kehadiran raga, tubuh – panca indera, kehadiran hawa, pikiran-emosi-ego, kehadiran jiwa, hening.  Kehadiran yang diterima apa adanya. Kehadiran yang senantiasa ada, disediakan oleh Sang Pencipta. Kehadiran sebagai esensi dari kehidupan. 

Mengikuti pelatihan Mindfulness-Based Stress Reduction, MBSR, pelatihan kemampuan merasa, yang dikembangkan oleh Jonn Kabat-Zinn, PhD, dirasakan sebagai latihan merasakan aktivitas di dalam diri , merasakan kehadiran tubuh secara menyeluruh, merasakan kehadiran nafas, sensasi yang diterima diri baik dari dalam maupun dari luar diri, menggunakan seluruh panca indera, menerima apa adanya respon dan kehadiran pada setiap saat, momen demi momen.  Merasakan kehadiran  apa adanya, tanpa diri menghalangi. Kehadiran yang telah dan selalu ada selama kehidupan manusia, yang seringkali tidak disadari. Kesediaan diri, suka rela, suka cita tanpa tekanan apapun, sebagaimana kanak-kanak belajar.

Selamat berlatih

Salam,

Self Reflection

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s