MINDFULNESS, Merasakan penuh kehadiran diri

Mindfulness is about fully awake or presence in our life

mbsrMerasakan penuh kehadiran diri dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi sesuatu yang langka di jaman sekarang, dimana segalanya terasa serba cepat, apalagi ditunjang kemajuan teknologi. Kecepatan dunia bergerak , seakan mendorong manusia melakukan segala sesuatu dengan cepat. Perkembangan instant menjadi hal yang demikian di damba, sering lupa dan tidak sabar dengan proses yang dibutuhkan dalam mencapai perkembangan. Tempo lambat, seakan sesuatu yang hanya perlu dilakukan saat senggang.  Namun demikian, disadari pula begitu banyak orang yang merasa tidak memiliki waktu senggang. Diam menjadi sesuatu yang menyiksa, seakan ada rasa bersalah yang timbul kala diri menjadi diam.

Undangan dari kawan baik, untuk mengikuti pelatihan mandiri Mindfulness-Base Stress Reduction (MBSR), membuat diri menjadi terdiam, seakan mengingatkan seberapa diri ini menjadi sadar, dan seberapa mampu  memaknai kehidupan.  Kuterima tawaran baik, dengan mempersiapkan diri. Pelatihan ini bukan hanya tentang komitmen waktu terhadap diri, tetapi juga kesiapan diri seperti sebuah perjalanan mengenali diri kembali.   Mindfullness-Based Stress Reduction (MBSR) merupakan suatu pelatihan yang dikembangkan oleh Jonn Kabat-Zinn, PhD. Pendiri Stress Reduction Clinic, di pusat Mindfullness ,   UMass Memorial Medical Centre, di Worcester,  Massachusetts.  Suatu bentuk latihan meditasi yang terutama berasal dari tradisi Buddish, dimaksudkan untuk pengembangan kesadaran yang mengarah pada kebijaksanaan.  Pelatihan dirancang  selama delapan minggu, dengan tiap-tiap minggu memiliki tema, untuk aktifitas harian yang perlu dilakukan. Setiap hari melakukan latihan formal dan informal yang telah ditetapkan. Selebihnya mempelajari  beberapa materi pendukung baik dalam bentuk video maupun bacaan, yang mendukung pemahaman akan latihan yang dilakukan.

Simple awareness”, merupakan tema pada minggu pertama dengan dua kali sehari melakukan refleksi diri berupa  body scan, merasakan seluruh tubuh, dengan pengarahan seperti pada manual book sebagai latihan formal, selain itu merasakan aktifitas sederhana yang sehari-hari dilakukan sebagai latihan informal. Kesadaran terhadap hal-hal sederhana yang biasa dilakukan sehari-hari.  Aktifitas harian yang memang biasa dijalani, tanpa perlu melakukan perubahan atau penyesuaian aktifitas, kecuali bahwa kegiatan dilakukan dengan sadar sepenuhnya. Seringkali kegiatan sehari-hari hanya dilakukan dengan  sambil lalu, atau bahkan seringkali tidak mendapat perhatian dari diri sendiri, karena sudah menjadi kegiatan rutin yang dijalani, seperti mencuci, mandi, menggosok gigi, makan, berjalan   mengendarai kendaraan dan lain-lain.

Pada dua hari pertama melakukan body scan, aku memilih posisi latihan dengan cara tubuh berbaring telentang, agar lebih nyaman. Selama menjalani body scan, kurasakan lalu lalang pikiran dan beragam emosi, yang terjadi adalah ketidaknyamanan,  lebih sering diri menjadi  hilang dalam lautan pemikiran.   Hari ketiga aku jalani secara berbeda, setelah menelaah situasi yang dialami, karena esensi kesadaran pada body scan adalah merasakan tubuh secara menyeluruh.  Pola keteraturan dalam merasakan tubuh dari telapak kaki ke atas ke seluruh tubuh membuat pikiran ku cepat bereaksi, ku sadari bahwa hal tersebut merupakan pola ku dalam berfikir yang umumnya berjalan dengan keteraturan dalam memahami atau melakukan segala sesuatu.  Posisi duduk bersila, dirasa cukup nyaman, namun tetap mampu berkonsentrasi merasakan  ketenangan.  Dimulai dengan diam merasa, bagian tubuh yang dirasa menunjukkan sensasi dipilih untuk kemudian diberikan perhatian cukup,  selanjutnya perhatian diberikan ke seluruh tubuh. Setelah ketenangan dirasakan  barulah perlahan urutan dari kaki ke atas hingga ke kepala demikian sebaliknya, hingga terasa seluruh tubuh merupakan satu kesatuan yang saling selaras.

” Catatan Body scan hari ke -3 MBSR”,

Aku diam duduk merasa, perlahan  ada terasa  sensasi pada bagian dada, perhatian kuberikan kesana,  perlahan…  kurasakan detak jantung yang demikian teratur, kurasakan naik turun dadaku mengikuti aliran nafasku. Paru-paru mengembang dan mengempis diikuti aliran udara yang keluar – masuk. .. perlahan ku kembangkan rasa ku, meliputi seluruh tubuh, tiap-tiap bagian organ kurasakan bergerak begitu selaras, antar satu bagian dengan bagian lainnya.  Ada damai yang tercipta, dalam segala keselarasan aktifitas antar satu organ tubuh dengan organ tubuh lainnya. Kurasakan secara penuh hingga seluruh tubuhku sebagai satu kesatuan yang saling selaras. 

Keheningan yang tercipta dari keselarasan tubuh yang dirasakan pada aktifitas latihan body scan, kemudian memberi kemudahan dalam segala laku aktifitas kehidupan sehari-hari untuk merasa,  hal ini memberikan daya konsentrasi dan kesadaran untuk merasa..  Diri terasa menjadi  lebih menghargai apa adanya.

Selamat belajar dan berlatih,

Salam Self Reflection,

(Diambil dari Catatan pribadi dalam menjalani MBSR)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s