DIALOG DIRI, Upaya Membangun Kualitas Hidup meraih Kebahagiaan

Dialog merupakan upaya komunikasi untuk mencapai kesepahaman antar pihak.  Dialog dibangun atas dasar saling menghormati , menghargai perbedaan pendapat dan memahami sudut pandang dan kepentingan antar pihak yang melakukan dialog. Umumnya dialog dilakukan kepada pihak eksternal, kesediaan hati untuk mendengar dan memahami, selanjutnya mengembangkan sikap simpatik dan kesadaran adanya pihak lain, di luar diri yang memiliki pemikiran dan keinginannya sendiri.

Bagaimana dengan Dialog diri ?

meditasi-harianDialog diri merupakan komunikasi yang dilakukan ke dalam diri, internal, namun demikian terdapat berbagai pihak,  komponen pembentuk manusia, yaitu diri sejati, batin yang terdiri dari pikiran dan perasaan, energi, serta tubuh dengan segala anggota tubuh bahkan organ-organ yang menyusun tubuh, untuk membangun pemahaman dan pengertian satu sama lain.  Dengan menyadari adanya komponen-komponen pembentuk diri,  yang masing-masing memiliki karakteristik, maka kesadaran ini tidak hanya berhenti pada pengenalan terhadap diri, namun juga bisa terjadi dialog untuk membangun pemahaman akan keadaan diri.  Antar pihak,  seperti  anggota tubuh dengan pikiran dan perasaan,  dapat dibangun dialog diri atas situasi yang dialami, sehingga upaya berdamai dalam diri dapat diupayakan dengan baik. Dialog diri bukan berupa asumsi – asumsi pemikiran, tetapi kesadaran rasa dan pemahaman serta pengertian antar komponen pembentuk manusia.

Dialog sebagaimana tujuannya untuk membangun pemahaman, maka dialog diri dikembangkan dengan  meningkatkan kesadaran diri. Sebagai contoh pada komponen tubuh, penghargaan terhadap diri atas pelaksanaan aktifitas sehari-hari yang diharapkan. Rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada anggota tubuh yang telah mengupayakan agar aktifitas berjalan sesuai keinginan rencana yang dibangun oleh pemikiran dan atau keinginan sesuai kemauan hati. Apabila dalam upaya mencapai keinginan tersebut menyebabkan tubuh terasa kelelahan, maka ungkapan permohonan maaf juga dapat dilakukan untuk kemudian memberikan kesempatan kepada tubuh guna beristirahat agar kondisi tubuh kembali pulih dan bugar.

Be Presence, atau hadir sepenuhnya secara sadar terhadap apa yang dirasakan oleh anggota tubuh, akan membantu dalam memahami keadaan tubuh, seperti rasa nyaman, rasa cukup kuat atau mampu, rasa lelah, rasa nyeri yang dirasakan oleh anggota tubuh. Kepekaan rasa yang timbul atas kesadaran diri ataupun sebaliknya, hal ini akan membantu dalam menjaga kebugaran dan kesehatan diri, hal ini tentu perlu ditunjang dengan komitmen diri dalam mengupayakan hidup pola hidup sehat, seperti konsumsi makan-makanan bergizi sesuai kebutuhan tubuh, menjaga pola istirahat-kerja, olahraga dan mengelola stress.

Penghargaan terhadap diri sendiri dapat menimbulkan perasaan bahagia, seperti halnya apabila diri  merasa dihargai dan dihormati oleh orang lain. Kepekaan dan rasa syukur dapat semakin berkembang, hal inilah yang kemudian memberikan rasa bahagia  tanpa menuntut penghargaan dari orang lain, sebaliknya hal ini dapat mengembangkan pribadi yang mampu menghargai orang lain.

Dialog diri dapat dimulai dengan melakukan esensi dasar dari meditasi, yaitu merasakan aliran nafas yang keluar dan masuk.  Kita memiliki pengetahuan bahwa sehari-hari manusia bernafas menghirup udara, oksigen, yang masuk dan keluar tubuh, namun seringkali pengetahuan ini tidak diimbangi dengan kesadaran dan kemauan untuk merasakan nafas.  Diawali dengan merasakan nafas diri, kemudian berkembang dengan merasakan tiap-tiap anggota tubuh, seperti getaran atau denyutan, merasakan temperatur atau suhu tubuh sebagai langkah awal mengenali energi, selanjutnya menyadari dan mengenali pikiran dan perasaan yang terjadi, diri sejati akan lebih mudah dikenali dalam keadaan harmoni.

Upaya dialog diri juga dapat meningkatkan kemampuan kontrol terhadap diri, atas sikap dan tindakan yang dilakukan. Konsekuensi yang timbul akibat sikap dan tindakan yang dilakukan terhadap diri maupun respon atau tanggapan yang diberikan orang lain terhadap sikap dan tindakan diri akan lebih mampu diterima untuk kemudian kembali mengevaluasi, sehingga semakin hari diri akan semakin mampu melakukan pengembangan diri.  Dengan demikian dialog diri akan membantu dalam upaya membangun kualitas hidup dan meraih kebahagiaan.

Selamat berdialog.

Salam

Self Reflection

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s